Teknologi informasi
adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk
menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat
dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan
pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk mengambil keputusan.
Teknologi komunikasi merupakan perluasan dari ilmu komunikasi dengan basis
teknologi seperti wireless, internet, faximille,
komputer dan sebagainya. Tidak heran di era millennium ini Teknologi sangat
berpengaruh besar pada berbagai bidang dalam mengolah semua pekerjaan yang ada
dalam suatu perusahaan ataupun pendidikan. Bisa kita lihat bahwa Teknologi
Informasi telah mencakup segala bidang termasuk Politik atau Pemerintahan.
TIK mencakup dua aspek
yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
· Teknologi Informasi meliputi
segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi.
· Teknologi Komunikasi adalah
segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan
mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Secara khusus, tujuan
mempelajari Teknologi Informasi dan komunikasi adalah:
· Menyadarkan kita akan potensi
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga
termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar
untuk belajar sepanjang hayat.
· Memotivasi kemampuan kita agar
bia beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bias melaksanakan
dan menjalani aktifitas kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lebih percaya
diri.
· Mengembangkan kompetensi kita
dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan
belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari.
· Mengembangkan kemampuan belajar
berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik dan
mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganiasi
informasi, dan terbiasa bekerjasama.
· Mengembangkan kemampuan belajar
mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif dan bertanggung jawab dalam penggunaan
Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan
masalah sehari-hari.
Berikut
ini adalah salah satu trend Teknologi Informasi dalam bidang Politik:
Lingkungan Kerja Digital
Tenaga kerja pemerintah semakin diisi dengan karyawan
“melek digital”, dari pekerja garis depan hingga eksekutif tingkat atas.
Lingkungan kerja digital adalah strategi bisnis untuk meningkatkan keterlibatan
karyawan dan kelincahan melalui lingkungan kerja yang lebih berfokus pada
layanan publik. Tempat kerja digital mempromosikan gaya kerja kolaboratif;
mendukung desentralisasi, lingkungan kerja mobile; dan merangkul pilihan
masing-masing karyawan terhadap teknologi.
Keterlibatan Warga Melalui Banyak Saluran
Dalam memberikan
pelayanan yang efektif terhadap masyarakat, pemerintahan memerlukan pendekatan
holistik sebagai berikut:
(i) menggunakan data untuk menampung dan memahami kebutuhan serta keinginan warga;
(ii) memanfaatkan sosial media secara efektif untuk berkomunikasi secara aktif kepada warga;
(iii) memungkinkan warga negara untuk terlibat pada pengambilan keputusan terhadap proyek yang akan diadakan oleh pemerintah. Hal ini merupakan salah satu solusi untuk meminimalkan kolusi antara pemerintahan dengan dewan wakil rakyat;
(iv) memahami saluran keterlibatan yang disukai oleh warga;
mendukung kelancaran transisi antar saluran;
(v) dan akhirnya memberikan satu set atau lebih untuk berinteraksi dengan warga.
Mengadopsi strategi manajemen informasi yang berfokus pada keterlibatan warga dapat memberikan manfaat terukur.
(i) menggunakan data untuk menampung dan memahami kebutuhan serta keinginan warga;
(ii) memanfaatkan sosial media secara efektif untuk berkomunikasi secara aktif kepada warga;
(iii) memungkinkan warga negara untuk terlibat pada pengambilan keputusan terhadap proyek yang akan diadakan oleh pemerintah. Hal ini merupakan salah satu solusi untuk meminimalkan kolusi antara pemerintahan dengan dewan wakil rakyat;
(iv) memahami saluran keterlibatan yang disukai oleh warga;
mendukung kelancaran transisi antar saluran;
(v) dan akhirnya memberikan satu set atau lebih untuk berinteraksi dengan warga.
Mengadopsi strategi manajemen informasi yang berfokus pada keterlibatan warga dapat memberikan manfaat terukur.
Data Terbuka
Memberikan akses data
pemerintah baik secara default maupun dengan rekomendasi tertentu merupakan
kebijakan pemerintahan strategi dan praktek manajemen informasi yang baik.
Akses data pemerintahan dapat dilakukan baik melaui API maupun melalui
publikasi resmi. Tambahan dari editor: Contohnya seperti
pengadaan lelang proyek pengadaan di pemerintahan yang dilakukan oleh LPSE
Indonesia. LPSE dapat memberikan penjabaran lebih mengenai lelang
yang diadakan. Saat ini informasi dari LPSE mengenai proyek pengadaan
di pemerintahan masih sangat minim, hanya menjelaskan “sampul judul
lelang” saja. Harusnya LPSE dapat lebih terbuka lelang tersebut
berisi pengadaan apa saja, sehingga publik dapat menilai proyek
tersebut layak atau tidak layak. Dan seharusnya publik diberikan fasilitas
untuk “Voting Proyek Pemerintah” dan memberikan komen sanggahan yang di
moderasi oleh beberapa warga yang ditunjuk sebagai moderator.
Identitas Elektronik
Karena pemerintah
menjadi lebih digital, identitas digital diperlukan untuk menjadi lebih handal
dalam melayani semua transaksi digital. Identitas elektronik (e-ID) merujuk ke
sebuah set yang diatur oleh proses dan teknologi yang dikelola oleh pemerintah
untuk memberikan domain yang aman. Sehingga memungkinkan warga untuk mengakses
sumber daya atau layanan inti pemerintahan. Sebab, dalam era digital pemerintah
membutuhkan otentikasi dan pemeriksaan identitas secara online. Karena metode
verifikasi langsung akan segera usang dalam hal menawarkan warga terhadap akses
terintegrasi untuk sumber daya dan jasa. Pendekatan ini harus dapat mengaitkan
setiap warga negara dengan satu identitas unik yang terintegrasi dalam
batas-batas apa yang dapat diterima secara budaya dan diperbolehkan secara
hukum. Tambahan dari editor: Satu identitas elektronik
untuk tiap warga seharusnya dapat digunakan untuk segala urusan kependudukan
dan perizinan serta perpajakan. Terlebih lagi kartu tersebut dapt
terhubung ke suatu sistem pembayaran secara nasional, maka akan lebih
bermanfaat lagi.
Analisa Terhadap Semua Jenis Data
Analytics adalah
teknik pengumpulan dan analisis data untuk memberikan wawasan yang dapat
membimbing tindakan untuk meningkatkan efisiensi organisasi atau efektivitas
program. Penggunaan analisis meresap pada semua tahap kegiatan usaha dan
pelayanan – analisis di mana-mana – memungkinkan mengarahkan instansi pemerintahan
bergeser dari pelaporan dashboard indikator ke proses bisnis otonom dan
intelijen bisnis (BI). Ini merupakan kemampuan yang membantu manusia untuk
membuat konteks keputusan lebih baik dengan dasar data secara real time. Tambahan
editor : Data yang dianalisa akan beragam jenis untuk seluruh sektor
pemerintahan. Tujuan Analytics everywhere pada sektor
pemerintahan adalah untuk mendapatkan visibilitas terhadap suatu
kondisi terkini. Sehingga pihak yang terkait dapat menggunakan data tersebut
untuk melakukan hal-hal pro-aktif. Apalagi televisi sering mengundang
pejabat pemerintahan untuk dimintai penjelasan. Bahwa, pihak televisi
memiliki pusat penelitian sendiri, sudah pemerintah mulai
melakukan analisa terhadap seluruh sektor secara terbuka. Pembuatan
analisa tersebut dapat di lakukan secara otomatis dengan menetapkan
konfigurasi terlebih dahulu.
Mesin Pintar
Dalam prakteknya, mesin pintar adalah kombinasi
berbagai teknologi digital yang dapat melakukan seluruh pekerjaan walaupun
tadinya kita pikir perlu orang untuk mengerjakan. Sementara teknologi
berkembang pesat, hal itu sudah termasuk pada jaringan saraf, kendaraan otonom,
asisten virtual dan penasihat pintar yang berinteraksi secara cerdas dengan
orang-orang dan mesin lainnya. pemimpin IT di pemerintahan harus mengeksplorasi
mesin pintar ini. Mungkin dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan
pelayanan publik atau sebagai cara untuk memudahkan urusan rutin.
Internet of Things
IoT adalah jaringan
benda-benda fisik (fixed atau mobile) yang tertanam teknologi untuk
berkomunikasi, memantau, atau berinteraksi dengan beberapa lingkungan.
Arsitektur IoT beroperasi dalam suatu ekosistem yang mencakup hal-hal,
komunikasi, aplikasi dan analisa data, dan merupakan faktor penting untuk
aplikasi bisnis digital di semua industri sektor swasta dan sektor publik.
Kasus penggunaan bisnis dan tingkat adopsi oleh instansi pemerintah bervariasi
sesuai dengan layanan utama atau misi Program. Tambahan editor:
Model urusan pemerintah yang memakai IoT; misalnya, aplikasi Qlue yang di
adakan oleh pemprov DKI. Pemantauan banjir yang terintegrasi dengan sistem buka
tutup irigasi dan dam merupakan penggunaan IoT sebagai praktek terbaik
dalam pencegahan banjir nasional.
Platform Pemerintahan Digital
Pemerintah terus menghadapi tekanan untuk meningkatkan
layanan dan menghemat biaya. Platform digital dapat mengurangi
pekerjaan dan memfasilitasi desain yang berpusat pada pelayanan publik.
Platform ini memberikan layanan seperti pembayaran, manajemen identitas dan
verifikasi. Layanan aplikasi dapat digunakan misalnya, SMS dan email. Secara
global, pemerintah mengambil pendekatan platform untuk menyederhanakan proses,
meningkatkan interaksi warga dan mengurangi pengeluaran. Ini merupakan trend
teknologi sistem informasi yang patut di adakan di seluruh pemerintahan
daerah di Indonesia.
Arsitektur Software-Defined
Arsitekur
Software-defined (SDA / Software Defined Architecture) menyisipkan perantara
antara pemohon dan penyedia layanan sehingga layanan dapat berubah lebih
dinamis. Ini ibaratnya seperti mengganti ban sementara mobil bergerak, dan ini
merupakan salah satu kegunaan DevOps di pemerintahan.
Menambahkan lapisan perangkat lunak untuk jaringan abstrak dan virtualisasi,
infrastruktur atau keamanan telah terbukti menjadi cara yang berguna bagi
pengadaan dan pemanfaat infrastruktur IT. Menerapkan teknik yang sama untuk
arsitektur perangkat lunak dapat meningkatkan pengelolaan dan kelincahan
aplikasi. Sehingga organisasi pemerintahan dapat menanggapi kebutuhan digital
dan IOT. Beberapa organisasi pemerintahan telah mulai menerapkan infrastruktur
perancangan software (SDI / Software Defined Infrastructure), namun sebagian
besar masih beroperasi di data center tradisional (data center dibawah Tier
III). Tambahan editor: sudah saatnya pemerintahan memiliki data center Tier III
yang berstandar internasional. Dalam hal ini, pemerintahan dapat menggandeng
mitra konsultan
sertifikasi data center pemerintahan dalam pencapaian
tersebut.
Keamanan Berdasar Risiko
Keamanan cyber terhadap ancaman terus berkembang,
tetapi hanya mewakili satu dimensi terhadap ancaman dan risiko. CIO di
pemerintahan harus mengadopsi pendekatan kesiagaan terhadap ancaman dan
pendekatan keamanan berbasis risiko. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk
mengambil keputusan berdasar informasi tentang risiko secara holistik. Sehingga
dapat dimungkinkan untuk alokasi sumber daya secara lebih bijak terhadap;
masukan tentang risiko dan dampak pada misi pemerintah, operasi, aset dan
orang-orang; dan keterlibatan kepemimpinan senior dalam keputusan berbasis
risiko. Tambahan editor: memang tidak semua trend teknologi sistem
informasi harus di adopsi, namun faktor keamanan merupakan hal yang tidak bisa
di tinggalkan.
Kita dapat melihat bahwa teknologi informasi atau
system informasi ini sangat berpotensi secara signifikan menguntungkan
kinerja pemerintah dalam beberapa tahun kedepan tahun ke depan. Analytics di
mana-mana, mesin pintar, arsitektur perangkat lunak yang ditetapkan dan
keamanan berbasis risiko masing-masing akan memberikan tantangan governance ,
manajemen sumber daya manusia, dan praktek pembiayaan. Jika pemerintah dapat
menyediakan sistem informasi pemerintahan yang strategis dan manfaatnya
dapat langsung diperoleh oleh masyarakat, maka pemerintah dapat mencegah
terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme terhadap proyek-proyek pemerintahan.
Sehingga tingkat kepercayaan masyarakat pembayar pajak terhadap
pemerintah dapat terus bertambah. Hal tersebut dapat dicapai dengan
menerapkan beberapa trend teknologi sistem informasi pemerintahan
yang dirasa paling strategis pada tiap-tiap departemen.
Adapun dampak positif dan negatif dari penggunaan
media teknologi informasi / system informasi:
Dampak Positif atau keuntungan Teknologi Informasi /
Sistem Informasi
1. Dalam Demokratisasi
Salah satu tujuan utama dalam penggunaan politik
dibantu dengan teknologi informasi adalah adanya peranan besar masyarakat dalam
pengembangan pemerintah. Dengan e-government maka hal ini bisa tercapai.
Bayangkan saja jika ada anggota DPR yang dapat berinteraksi dengan rakyat yang
telah memilihnya, kegiatan tanya jawab, melakukan voting, saran dan kritik akan
dapat tersalurkan dengan cepat, langsung, dan nyaman. Ini membuat masyarakat
lebih tanggap dan mendapatkan kemungkinan suaranya didengar secara mudah.
Masyarakat yang dapat bercakap-cakap langsung dengan anggota DPR itu juga dapat
melakukan review kenapa mereka memilih perwakilan mereka tersebut dan
dapat menentukan pilihan untuk wakil mereka di masa depan.
2. Dampak ramah lingkungan
Dengan menggunakan teknologi informasi berarti
informasi yang disampaikan kebanyakan menggunakan media digital. Surat menyurat
yang mungkin pada awalnya dapat bertumpuk-tumpuk kini cukup dengan menggunakan
e-mail sudah dapat dilaksanakan. Dengan demikian penggunaan kertas dapat
dikurangi yang berarti penebangan pohon dapat berkurang.
3. Cepat, efisien, nyaman
Kegiatan komunikasi untuk keperluan politik dengan
menggunakan teknologi informasi menyebabkan sampainya berita lebih cepat,
dilakukan secara efisien, dan nyaman. Misalnya jika ada masyarakat yang ingin
mengajukan pendapatnya ke wakil rakyat maka cukup dengan menggunakan e-mail
surat dapat sampai dengan segera.
4. Politik Internasional
Di bidang politik internasional, juga terdapat
kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi
komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan
di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran
tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga
regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
§ Dampak Negatif Teknologi Informasi / Sistem Informasi
Walaupun penggunaan teknologi informasi dalam politik
memberikan benefit yang sangat banyak, namun tetap ada dampak negatifnya,
dalam segi :
1. Biaya
Walaupun politik yang menggunakan informasi dan
teknologi dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit daripada konvensional,
namun sebelumnya untuk membuat infrastruktur dan teknisinya akan memiliki biaya
yang sangat mahal.
2. Jangkauan akses
Harus diakui tidak semua orang melek terhadap
teknologi. Bagi warga yang berada jauh di pedalaman akan susah untuk mengakses
website, blog, atau video streaming tentang politik di Indonesia.
3. Transparansi
Pada beberapa negara maju, banyak yang meragukan
berita-berita negara yang diterbitkan oleh negara sendiri. Alasannya karena
yang menulis berita itu adalah negara dan penerbitnya adalah negara. Kecurigaan
akan modifikasi berita dapat terjadi.
4. Privasi
Sebuah badan politik seperti negara memerlukan
tanggapan dari warganya. Jika negara terus meminta informasi maka privasi dari
seseorang semakin sulit untuk dijaga. Ini akhirnya menjadi dilema, di sisi yang
satu data dari masyarakat dihimpun untuk mengembangkan kegiatan negara namun di
sisi yang lain negara pun harus menjunjung tinggi hak privasi warganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar